Gambar

Sahabat menurut aku itu adalah seseorang yang selalu menemani kita disaat kita senang maupun susah. Ketika aku mulai belajar berbicara dan mulai mengenal dunia kedua orangtuaku adalah sahabat baikku terlebih mama. Ketika aku mulai belajar agama Allah sahabatku. Dan ketika aku mulai bergaul dilingkungan sekitar, terlebih disaat aku menginjakkan kaki disekolah menengah pertama aku menemukan seseorang yang sampai sekarang menjadi sahabat karibku.

Oke, kita mulai ceritanya dari sini. Pertemuanku dengan sahabat karibku yang bernama Cecillia Joan Fristela Rianti ini berawal dari kenakalan aku dan sissy disaat kami masih bersekolah di sekolah menengah pertama. Kami bersekolah disalah satu sekolah negeri di Tangerang pada tahun 2003. Kebetulan aku dan sissy beragama non islam jadi untuk mendapatkan pelajaran agama katholik disekolah negeri pada saat itu sangat sulit. Disekolah kami hanya ada pelajaran agama kristen bagi murid yang non islam pada saat itu. Waktu kelas satu SMP kami masih menjadi anak yang baik dan tidak neko-neko. Semua tata tertib sekolah kami ikuti sampai kami dengan terpaksa mengikuti pelajaran agama kristen. Jadi pada saat itu kami belum terlalu akrab. Naik ke kelas dua kami mulai berontak, kami mulai tidak pernah mengikuti pelajaran agama kristen disekolah tapi aku dan sissy tetap belajar agama katholik digereja setiap hari jum’at pada saat itu. Dari situ pertemanan aku dan sissy semakin akrab, mungkin akibat sama-sama senasib hehehe. Sampai akhirnya aku dan sissy lulus kami masih bersama-sama. Kami memeiliki rencana untuk satu SMA bersama namun pada saat itu Allah mungkin berkata lain, aku dan sissy berbeda sekolah ketika SMA. Alhasil aku dan sissy hampir putus komunikasi selama 2 tahun. Dibalik putus komunikasi aku dan sissy ternyata mamaku dan mamanya sissy juga berteman jadi komunikasi kami berjalan melalui kedua orangtua kami. Mungkin karena memang kami ditakdirkan untuk bersahabat, aku dan sissy kembali bertemu pada saat kami kelas 3 SMA. Pertemuan yang tanpa disengaja yaitu disuatu acara ulang tahun teman SMP kami. Dari situlah komunikasi kami berjalan kembali. Sampai-sampai hampir setiap minggu kami menghabiskan uang orangtua kami untuk sekedar jalan-jalan, nonton, makan bareng atau belanja. Dan akhirnya rutinitas itu sampai saat ini kami jalani berdua. Sampai setiap kami naksir cowok pasti kami saling cerita satu sama lain dan selalu memberi pedapat dan tidak hanya itu aku juga memiliki mama kedua yaitu mamanya sissy begitu pun sissy memiliki mama kedua yaitu mamaku.

Banyak cara memiliki sahabat namun hanya ada satu cara menemukan sahabat yang baik dan tulus, yaitu ketika kesulitan menghampiri sahabat tetap dengan rela merangkul dan memeluk kita. Allah memiliki banyak cara juga untuk mempertemukan seseorang dengan sahabatnya. contohnya aku dan sissy, kami dipertemukan disaat yang kurang tepat (jadi anak nakal) namun dibalik itu semua banyak hal baik yang kami terima sampai saat ini dan semoga berlanjut sampai diusia senja kami.