KUDUS, suaramerdeka.com – Keberadaan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 167/PMK.011/2011 terkait kebijakan harga pita cukai untuk tahun 2012 (SM 20/11), diyakini akan membuat pabrikan rokok kecil atau golongan III bangkrut. Selain berdampak pada kenaikan ongkos produksi secara keseluruhan, regulasi tersebut dinilai juga membuat ruang gerak pelaku usaha bermodal ‘cekak’ menjadi lebih sempit.

Ketua Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Jawa Tengah, H Ahmad Guntur, mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka, Senin (21/11). Lebih lanjut, dia menyatakan, salah satu hal yang disesalkan yakni penurunan pembatasan produksi rokok. “Hal itu berlaku untuk pabrik rokok golongan III,” katanya.

Pada regulasi sebelumnya, batasan produksi rokok golongan III maksimal 400 juta batang per tahun. Sedangkan untuk tahun mendatang, sesuai ketentuan baru produksi rokok-rokok kecil dibatasi maksimal 300 juta batang setiap tahunnya. “Tidak ada ruang lagi bagi kita,” tandasnya.

Pihaknya memprediksi, pada 2015 mendatang sudah tidak banyak lagi golongan III yang beroperasi. Selain harus dibebani dengan peningkatan tarif cukai yang dipastikan meningkatkan biaya produksi dan harga jual rokok, mereka juga harus mengurangi produksi sesuai batasan tersebut.

Sebagaimana diketahui, bila harga rokok naik tidak serta merta akan mendongkrak pendapatan pabrikan kecil. Persoalannya, konsumen di level tersebut sangat sensitif dengan kenaikan harga. Hal itu dimungkinkan karena sebagian dari mereka berpendapatan terbatas. Jadi, bila harga rokok melambung perokok dapat saja beralih ke merek lain yang lebih murah.

Terkait hal tersebut, perwakilan perusahaan rokok di Kudus pada Selasa (22/10) akan mengirimkan sekitar 30 perwakilannya untuk mendukung aspirasi pekerja dan pengusaha rokok di Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim II dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Malang.

“Pada kegiatan yang dipusatkan di Malang tersebut pihaknya akan menolak regulasi cukai yang baru dan meminta pemerintah untuk dapat mengkaji ulang untuk menyelamatkan pabrikan kecil yang ada,” imbuhnya.

Pendapat :

Sebenarnya dampak yang dihasilkan dalam keputusan pemerintah untuk menaikkan harga cukai rokok sangat baik untuk penyelamatan para perokok pasif khususnya. Karena akan berdampak pada harga rokok yang akan melonjak dan pasti akan terjadi penurunan penghisap rokok. Tetapi jika dilihat dari sudut pandang pengusaha kecil, biaya cukai yang tinggi bisa menyebabkan mereka bangkrut dan sebenarnya disini peran aktif pemerintah sangat penting. Karena saat ini pemasukkan negara terbesar adalah dari rokok, saya berpendapat sebaiknya pemerintah membantu para pengusaha kecil ini. Misalnya dengan memberi pinjaman yang memiliki bunga rendah untuk meneruskan usahanya, karena bagaimanapun banyak pegawai yang harus mereka gaji. Jika perusahaan bangkrut akan menambah pengangguran tentunya dan itu akan menjadi masalah yang sellau sulit untuk dipecahkan.